Di media sosial, terutama platform berbasis video singkat, cerita besar sering kali diperkecil menjadi potongan emosi. Tidak ada ruang untuk konteks, nilai ataupun sebab-akibat. Yang penting menyentuh perasaan, viral dan mengundang simpati.
Misalnya cuplikan video pementasan cerita Ramayana di TikTok yang ada suara latar "Tuhan, kalau cintaku pada Sinta terlarang, mengapa kau bangun megah perasaan ini dalam sukmaku".