Hal-Hal Yang Terjadi di Tahun 2025
Tahun 2025 yang telah berlalu memberi saya begitu banyak pelajaran. Tapi saya yang ngeyel tidak terlalu memperhatikannya. Ibarat seorang guru yang sedang menjelaskan pelajaran di dalam kelas, saya yang duduk di bangku paling belakang malah memilih untuk tidur. Ujung-ujungnya ketika bel berbunyi tanda pelajaran berakhir, saya hanya plonga plongo kayak pria oslo habis mabuk kecubung. Tidak mendapatkan pengetahuan apa-apa.
NGGAK.. NGGAK.. BERCANDA 😁
Jadi tahun 2025 yang lalu memang memberikan saya begitu banyak pelajaran. Ada banyak sekali kejadian yang merubah sudut pandang saya menjadi lebih sederhana lagi dalam memaknai kehidupan. Kejadian apa sajakah yang saya maksud? Ini beberapa di antaranya :
1. Seminar Kerja Praktek
Setelah menyelesaikan Kerja Praktek yang saya laksanakan di SMK Negeri 3 Bengkalis selama lebih kurang satu bulan terhitung dari tanggal 19 Agustus s/d 20 September 2024, hari-hari berikutnya saya gunakan untuk membuat aplikasi sederhana serta Laporan Kerja Praktek. Aplikasi dan juga laporan ini harus saya presentasikan di depan dosen penguji beberapa bulan kedepan.
Aplikasi yang saya buat adalah Aplikasi Peminjaman Buku Harian di SMK Negeri 3 Bengkalis Berbasis Desktop. Di bangun menggunakan bahasa pemograman Java dan database MySQL. Aplikasinya cukup sederhana tapi sangat menguras tenaga. Maklum saja, sudah 12 tahun saya tidak bergumul dengan coding. Sejak tamat D3 Jurusan Teknik Informatika tahun 2012 yang lalu, saya tidak bekerja di bidang yang sama. Saya malah menyamar jadi CEO bekerja di perkebunan kelapa sawit.
2. Tertipu Jual Beli Online
Salah satu game online yang tetap saya mainkan sampai saat ini adalah Mobile Legends. Dari Mobile Legends saya belajar bahwa berjuang berlima saja susah, apalagi berjuang sendirian 🥹
Saya sudah 7 tahun lebih main Mobile Legends. Selama 7 tahun tersebut, saya memiliki 3 buah akun yang saya kelola dengan baik. Bukan untuk ternak akun tapi untuk penyesuaian.
Maksudnya begini, saya punya akun utama yang tier nya sudah Mythic. Tapi ada kawan tongkrongan yang ngajak mabar. Kalau rank nya sama-sama Mythic atau paling tidak Legends, nggak masalah sih. Tapi kawan saya tersebut baru buat akun. Rank nya masih Warrior. Kalau mau mabar di Mode Ranked, saya harus gunakan akun yang setara. Masalahnya waktu itu saya cuma punya 1 akun doang.
Biar tidak mengecewakan kawan akhirnya saya buat akun yang baru. Mulai dari tier Warrior secara bersama-sama. Dan kejadian ini berlanjut sampai akun saya yang ketiga.
Bertahun-tahun saya mengelola ketiga akun itu sampai masing-masing akun tersebut berhasil memiliki semua Hero di Mobile Legends, Emblem nya Max dan skinnya juga mencapai ratusan buah.
Karena waktu itu saya butuh uang, akhirnya saya putuskan untuk menjual akun kedua saya yang memiliki lebih dari 400 buah skin. Walaupun akun ini akun kedua saya, tapi tingkat kehokiannya melebihi akun pertama dan ketiga saya. Setiap ada event berhadiah skin, akun ini benar-benar gacor. Itu yang membuat skinnya berjumlah 400 lebih. Dan belasan di antaranya adalah skin mahal. Seperti skin Legends Miya dan Freya, skin Popol & Kupa Transformers, skin Allstars Moskov, skin Lesley Aspirants, skin Collector Valir, Vale, Badang dan Granger serta banyak skin yang bernilai lainnya.
Saya jual akun Mobile Legends tersebut di salah satu Grup Jual Beli Akun Mobile Legends. Tidak lama setelah saya posting, ada yang inbox saya menyatakan berminat dan berniat untuk membelinya kalau harganya cocok.
Waktu itu saya jual akun Mobile Legends saya seharga 1 juta rupiah. Dan si pembeli berniat membelinya tanpa menawar sama sekali.
Karena yang ingin membeli adalah orang yang tidak saya kenal di dunia nyata, saya mengajukan syarat memakai jasa rekber agar transaksi berjalan lancar dan terhindar dari penipuan.
Si pembeli setuju dan dia menawarkan jasa rekber via IG. Saya cek akun IG rekber yang dia kirim. Centang biru, follower banyak dan berafiliasi dengan salah satu pro player di tim esports yang cukup besar di Indonesia. Semua itu membuat saya percaya tanpa menaruh curiga sama sekali.
Transaksi berjalan lancar. Ada bukti si pembeli mengirimkan uang 1 juta 50 ribu ke rekening rekber. 50 ribu itu dia bilang adalah upah untuk jasa rekber yang kami pakai.
Setelah akun berpindah tangan, langkah selanjutnya adalah pencairan. Si admin rekber bilang kalau mau melakukan pencairan harus transfer dulu 500 ribu sebagai deposit. Nanti akan di transfer ulang 1,5 juta tanpa di potong apapun.
Dari sini saya mulai curiga kalau itu adalah modus penipuan. Sebab saya kan penjual, masak harus transfer sejumlah uang dulu baru uang saya bisa cair. Sedangkan upah layanan rekber sudah di bayar sama pembeli.
Saya sempat konsultasi sama pembeli untuk minta penjelasan dan solusi. Sebab jasa rekber yang kami pakai ini adalah anjuran dari dia. Pembeli menyarankan agar saya transfer saja 500 ribu agar uang saya bisa cair.
Dan bodohnya saya malah percaya begitu saja. Setelah transfer 500 ribu, tidak lama kemudian admin rekber minta transfer lagi 800 ribu dengan dalih deposit tahap kedua. Nanti dia akan transfer ulang 2,3 juta tanpa di potong apapun.
Saya kembali konsultasi sama pembeli untuk minta penjelasan dan solusi. Sebab ini sudah semakin mencurigakan. Saya bilang saja kalau saya sudah tidak punya uang lagi. Pembeli sempat membujuk saya dengan iming-iming dia akan bantu 300 ribu. Jadi saya hanya perlu transfer 500 ribu lagi saja.
Disini saya mulai sadar bahwa pembeli dan admin rekber adalah komplotan penipu. Bisa jadi dua akun tersebut di kelola oleh satu orang yang sama. Akun pembeli bertindak mencari maksa dan akun rekber berpura-pura menyediakan jasa pengaman transaksi.
Begitu sadar langsung saja saya chat pembeli dan akun rekber tersebut seperti ini "Teruslah menipu sampai papan nisan yang akan menghentikanmu".
Dan sudah bisa di tebak, saya di BLOKIR 😬
Dari mana saya tahu kalau itu penipuan? Pertama, saya searching di internet kalau salah satu ciri-ciri rekber penipu adalah deposit. Logikanya seperti ini : akun rekber sudah mendapatkan upah dari layanan pengaman transaksi yang dia tawarkan, untuk apalagi deposit saat pencarian. Lagian saya yang jual, masak saya harus keluar uang juga. Kan tidak masuk akal.
Kedua, setelah saya cek akun rekber nya dengan teliti. Saya menemukan banyak sekali kejanggalan. Follower nya yang banyak ternyata hasil dari beli. Saya lihat 50 orang follower teratas adalah bot yang tidak memiliki follower sama sekali. Foto profil dan postingnya juga kosong. Kalau follower nya beli, kemungkinan besar tanda centangnya juga beli. Lalu bagaimana dengan pro player yang berafiliasi dengan akun rekber tersebut? Saya yakin itu hanya akal-akalan akun rekber sialan. Dia sengaja mencatut nama pro player untuk meyakinkan calon korbannya. Lagian pro player mana yang menyediakan akun rekber? Kalau akun joki dan top up diamond banyak.
Ketiga, saya curiga ketika pembeli menawarkan akan membantu sebagian uang deposit. Pertanyaannya pembeli mana yang bisa sebaik itu? Saudara bukan, kenal di dunia nyata pun bukan. Pasti pembeli dan akun rekber tersebut adalah orang yang sama. Minimal komplotan yang sama. Penipu ini berharap kalau dia bantu saya 300 ribu, saya akan mau transfer lagi sisanya. Prinsipnya kalau tidak dapat menipu uang saya 800 ribu lagi, minimal bisa dapat 500 ribu. Kan lumayan untuk memuaskan nafsu binatangnya. Triknya memang pintar. Tapi masalahnya saya bukan keledai yang mau jatuh ke lubang yang sama dua kali.
Pertama kali jual beli online malah kena tipu. Akun Mobile Legends + 500 ribu hilang begitu saja. Padahal saat itu saya sedang butuh uang tapi malah mengalami kejadian seperti ini.
Tapi dari kejadian ini saya belajar untuk lebih teliti lagi. Tidak bisa terburu-buru untuk mengambil keputusan. Dan yang paling penting, jangan mudah percaya sama orang. Apalagi orang yang tidak kita kenal sama sekali. Boleh baik tapi jangan pernah menganggap semua orang itu baik. Bak kata pepatah "Manusia itu rambut saja yang sama hitam, tapi hati siapa yang tahu".
Btw, ini ID akun Mobile Legends yang dulu saya jual. Dulu nickname-nya A L F I R O U S, tapi sekarang nickname-nya
3. Jual Akun Google AdSense
4. Seminar Proposal
5. Gagal Nikah
Iya, kamu nggak salah baca. Saya memang gagal nikah. Seharusnya saya nikah bulan Juni 2025 yang lalu. Tapi tidak tahu kenapa
6. Pergi ke Rupat
7. Seminar Hasil
8. Jilid Laporan Skripsi
7. UKom
8. Yudisium
9. Wisuda
10. Ambil Ijazah

Tes komentar pakai emot :-)
ReplyDeleteTernyata berhasil :)
Delete